Oleh Eko Budhi Susanto, 2008-08-01 11:32:49

Bayangkan 10 tahun lalu, acara-acara televisi di Indonesia. Produk pertelevisian dalam negeri masih sangat minim. Namun, walaupun sangat jarang, produk pertelevisian Indonesia saat itu bisa dibilang relatif bagus walaupun tetap, belum bisa bersaing dengan produk eksport.

Hari ini, pagi ini, siang ini, nanti malam, acara televisi sepertinya tidak memberi sesuatu yang menarik lagi bagi saya, mungkin juga bagi kalian. Entah darimana asalnya - Kalau boleh menebak, mungkin budaya berseragam di SD bisa menjadi salah satu penyebabnya - tetapi sekarang, stasiun-stasiun televisi menyuguhkan sesuatu yang relatif seragam. Adapun beberpa stasiun televisi yang memang menarik menyuguhkan sesuatu yang 'beda', namun tetap saja, semuanya memiliki benang merah yang menyatukan Indonesia - Mungkin karena Bhinneka Tunggal Ikka - yaitu kontrol kualitasnya yang entah mengapa jauh dari kata baik.

Tontonan Sehari-hari

Mungkin industri televisi sekarang hanya berfikir mengenai keuntungan yang berlipat-lipat saja. Tidak salah memang mengejar keuntungan yang tinggi. Namun, sebagai sebuah media yang memberikan informasi kepada bangsa Indonesia, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menjadi panutan anak-anak sampai kakek-nenek, yang juga menjadi salah satu sarana belajar insan berfikir (manusia) industri televisi memegang tanggung jawab yang besar dalam memajukan bangsa Indonesia. Jadi, kualitas menjadi hal yang harus diutamakan tentunya.

Jujur saja, saya sedih melihat stasiun-stasiun televisi menyiarkan acara gosip selebriti, atau 'reality' show yang entah dimana letak ke-'reality'-annya, sinetron yang entah mengapa orang-orang suka sekali padahal sangat dramatis dan sangat sangat tidak realistis, kuis-kuis aneh dengan gadis (gadis?) seksi yang hanya meraup keuntungan, dan acara super-duper-lama-sampai-ibu-ibu-lupa-masak-nasi yang hampir tidak ada manfaatnya sama sekali.

Desain televisi ini ingin menyampaikan realitas mengenai apa yang kita tonton setiap hari dari pagi sampai sore, malam, sampai akhirnya pagi berikutnya tiba. Desain ini ingin menyadarkan bangsa Indonesia akan kebobrokan yang terjadi. Kebobrokan yang sudah hampir diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Kebobrokan yang nantinya akan menjadi sesuatu yang wajar, sesuatu yang sangat keren, ditengah otak otak manusia yang bobrok.

Sebelum itu terjadi, Kriuk! ingin mengajak semua orang yang peduli untuk segera bergerak, menjauh dari kebobrokan ini. Berdoa, dan berusaha tentunya, semoga besok semuanya akan menjadi jauh lebih baik.[]





<< Artikel Sebelumnya | Artikel Selanjutnya >>

synta menulis :
mirip.. publikasi mustang oldies gue! hahaha


Kriuk! menulis :
o ya? waw, kebetulan ya... :)
btw synta, jangan lupa kirim karya ke KREATING #2 yaa ;)


ikachant menulis :
Eh, tulisannya bagus. Baru nyadar. Lugas. Ngena. walau ada yang salah ketik tuch.. Paragraf dua: Adapun beberpa... :)


flashit menulis :
Bener! Emang payah sih, denge2 aja yang sinetron proses editing cuman beberapa jam aja, pemainnya baca script langsung maen, jelas aja adegannya cuman melotot, ketawa jahat, nangis, dll... Btw, yang Gong Show di TransTV kocak abis, hwehe ... ini baru reality :P


prisya menulis :
BETUL... ayo kita demo pak raam


Kriuk! menulis :
@flashit dan prisya :
wah wah ayo kita ubah citra perfileman indonesia... biar lebih baik, lebih muantabs..

@orang-orang pertelevisian :
ayo dong kita brubah... kita bantu ni dengan doa, dan ide-ide segar kalo emang kalian membutuhkan... :D


deino menulis :
iya bener itu.. mengkhawatirkan perkembangan pertelevisian negeri ini... menurut gw ya.. gak semua salah statiunnya.. emang kitanya juga yang salah.. tontonan yang jelek dan tak punya isi aja ditonton banyak orang.. di negeri ini tv itu media hiburan bukan wawasan atau pembelajaran begitu waktu kata orang tv....heheheheh


Kriuk! menulis :
@Deino : Iya sih... tapi ya mau gimana lagi, wong nyalain tv yang ada acaranya itu doang.. Kalo TV nya dimatiin? hiburannya apa lagi dong.
Dan kata orang tv, tv itu media hiburan, memang benar. Tapi alangkah sangat baiknya, jika suguhan hiburan kita disisipi dengan hal-hal yang mendidik, dan tidak merusak moral bangsa.
Jujur saja, Kriuk! sedih ketika melihat video ini.


Radix J Hidayat menulis :
kurang satu tuh... berita2 yg terlalu mengumbar kekerasan dan kesadisan, apalagi yang mengeksploitasi korban


Kriuk! menulis :
@ Radix : wah bener juga..
parah banget tuh acara-acara kaya gitu..


Kirim Komentar :

Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :

Pertanyaan Keamanan :

Apa yang kita minum pada malam hari di lagu "Pok Ame Ame"?

Jawaban :