Oleh Fadilla Tourizqua Zain, 2008-08-01 11:11:19

absolute black

Satu lagi yang ratingnya terus menanjak di kalangan anak muda. Kaos berwana hitam. Ini seperti must have item buat dimanapun lemari pakaian pemuda Indonesia. Yang nggak punya kaos hitam, boleh protes deh. Every single event: nonton konser musik, nongkrong bareng teman, latihan ekskul, it just feel in a rhyme deh kalo pakai kaos hitam.

Lalu saya merunut kembali kira-kira kenapa ya, pakai kaos hitam itu terasa gaul. Satu perkiraan saya adalah, karena saat banyak orang di sekitar kita pakai warna hitam, dan kita juga pakai warna hitam, maka kita akan memiliki sense belonging dengan mereka. Kita akan merasa tidak ada beda dan jarak dengan lingkungan. Disinilah cikal bakal perasaan ‘gaul’ itu ada. Perasaan mampu membaca situasi tentang apa yang dianggap keren a.k.a cool oleh teman-teman kita. Perasaan diterima, dan akhirnya kita bangga menjadi bagian dari mereka. Saya sangat terbuka lho jika ada hipotesis lain mengenai ini.

Berangkat dari dugaaan saya tadi, lalu saya melihat dampak agak jauhnya. Kalau caranya ‘gaul’ itu adalah dengan mengikuti cara pandang teman-teman kita, wew sayang sekali. Pendek betul kalau begitu definisi si ‘gaul’ ini. Saya jadi melihat ini sebagai mainstream ketimbang ‘gaul’. Gaul itu ketika kita bisa enjoy menerima lingkungan dan masing-masing karakteristik orang di dalamnya, dan sebaliknya. Artinya, lingkungan bisa menerima dan menghormati karakter unik kita dengan terbuka. Again, this is universe speaking.

Ini berlaku pada semua item, nggak cuma kaos hitam. Setiap orang berhak punya selera musik dangdut, diantara lingkungan ber-genre metal. Berhak memilih tidak merokok, diantara lingkungan yang doyan merokok. Berhak jadi orang yang doyan melucu, diantara lingkungan yang serius. Percaya atau nggak, kalau kita bisa tetap stand up dengan karakter beda kita, justru kita dipandang unik oleh mereka. Nggak salah kan kalo rocker suka pake baju warna cokelat, bukan hitam.

So, let’s show the world what we like. Nggak usah merasa kecil kalo ternyata hal yang kita suka nggak sesuai sama mainstream. Beda itu nggak dosa, saudaraku. Beda itu unik.





<< Artikel Sebelumnya | Artikel Selanjutnya >>

Kirim Komentar :

Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :

Pertanyaan Keamanan :

Apakah kamu ingin anak Indonesia menjadi penerus bangsa yang lebih baik? (ya/tidak/tak peduli)

Jawaban :