Oleh Fadilla Tourizqua Zain, 2008-10-28 12:34:33

They glow in the dark!

Saya pernah baca artikel di sebuah situs web, begini ceritanya. Ada seorang profesor di sebuah universitas. Hari itu, tiba-tiba dia memberikan kuis kepada mahasiswanya. Dia menawarkan tiga kategori pertanyaan, lalu meminta para mahasiswanya untuk memilih salah satu kategori dari setiap bagian tes.

Kategori satu berisi pertanyaan-pertanyaan paling sulit dan bernilai lima puluh poin, kategori dua tidak terlalu sulit dan bernilai empat puluh poin, yang ketiga yang paling mudah tapi hanya bernilai tiga puluh poin. Waktu habis dan semua mahasiswa mengumpulkan kertas jawaban, sang professor langsung memeriksa jawaban dan memberikan nilai A kepada para mahasiswa yang memilih kategori satu, nilai B kepada yang memilih kategori dua dan C pada yang memilih kategori pertanyaan nomor 3.

Lalu sang profesor berdiri dan berkata sambil tersenyum: "Hari ini saya tidak bermaksud menguji pengetahuan kalian, tapi saya sedang menguji sasaran kalian."

***

Inilah esensinya kenapa sejak kecil kita didendangkan lagu Bintang Kecil. Kita diberitahu, bahwa ada banyak sekali bintang di langit sana. Sayang mereka terlihat kecil karena letaknya jauuuh dan tinggiii sekali. Walau kecil terlihatnya, namun cahayanya mampu menghias angkasa. Lalu di akhir lagu kita diberi motivasi untuk terbang, menari, dan menggapai bintang di tempat mereka berada.

Sadar atau tidak, sedari kecil kita sudah dicekok bagaimana mengeset sebuah mimpi. Mimpi memang harus di-setting setinggi mungkin. Dan, mimpi harus didasarkan keinginan hati yang amat sangat. Jadi, walau keberadaannya sangat tinggi dan tak terjangkau tangan, tapi dengan melihatnya saja kita sudah bisa merasakan keindahannya. Kita mampu memvisualisasi diri, membayangkan betapa enaknya jika kita bisa menggapai mimpi itu.

Seberapa besar mimpi kita berbanding lurus dengan seberapa jauh dari gapaian tangan. Mirip kan seperti asosiasi bintang? Semakin jauh bintangnya, maka semakin besar pula ukuran bintang sebenarnya pada jarak dekat. Jadi wajar saja, impian yang besar, pasti punya jarak dan effort yang lebih untuk digapai. Tapi sekali lagi, that it is worth. Jadi, sudah seberapa jauh effort-mu menggapai bintang? :)

Sebuah kutipan dari seorang bernama Browning berkata; "Jangkauan seseorang haruslah melampaui kepanjangan tangannya, jika tidak.. untuk apa Surga?". Bermimpilah sebesar-besarnya teman, jangkaulah setinggi-tingginya. Ayo, pilihlah pertanyaan bernilai lima puluh poin!





<< Artikel Sebelumnya | Artikel Selanjutnya >>

Kirim Komentar :

Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :

Pertanyaan Keamanan :

Apakah kamu ingin anak Indonesia menjadi penerus bangsa yang lebih baik? (ya/tidak/tak peduli)

Jawaban :