pah·la·wan <n> orang yang menonjol karena keberanian dan
pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yg
gagah berani; -- bakiak suami yg sangat patuh (takut) kpd istrinya; --
kesiangan 1> orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit)
berakhir; 2> orang yg ketika masa perjuangan tidak
melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang;
ke·pah·la·wan·an n
perihal sifat pahlawan (spt keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan
kekesatriaan)
Ingat pelajaran PSPB teman? Kependekan dari Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Nah lho, masih inget nggak kepanjangannya. Senyum-senyum deh ingat zaman SD dulu. Sebagai bangsa yang besar, pantaslah pelajaran mengingat pahlawan dimasukkan dalam kurikulum belajar sekolah Indonesia. Dari tingkat SD hingga SMA pelajaran tersebut sudah menyelip diantara Matematika, Akuntansi dan teman-temannya. Tak heran kalau otak kita menyimpan nama-nama besar seperti Imam Bonjol, Teuku Umar, Hassanuddin, Pangeran Diponegoro dan nama-nama lainnya.
Di luar PSPB dan mata pelajaran Sejarah Indonesia, nama-nama pahlawan kita juga diabadikan menjadi nama jalan. Soekarno-Hatta, Gatot Soebroto, dan Jenderal Soedirman adalah salah tiganya. Entah kenapa saya bisa yakin, di tiap kota besar, nama ini pasti ada. Dan namanya diletakkan jadi nama jalan besar, atau jadi wilayah penting di kota itu.
Cukup deh. Cukup sesi kenang-mengenang. Mereka jaya pada masanya, benar. Berperang dengan senjatanya, tak diragukan. Semua ada. Mulai parang, bambu runcing, hingga senjata api. Semua ada zamannya. Itulah fungsi kita belajar sejarah, teman. Kita ingat bahwa tiap zaman punya pahlawan. Tiap zaman butuh persenjataan yang beragam. And wake up guys! Sekarang zaman kita. Inilah zaman kita jadi pahlawan. Dengan senjata kita masing-masing.
Tidak sulit untuk menyandang gelar pahlawan di era ini. Bekalnya, cukup tahu mana hal yang baik dan yang buruk. Kemudian, fokuslah pada hal yang benar menurutmu. Harus menonjol? Tidak masalah. Menonjol di kalangan sekolah, bisa jadi pahlawan sekolah. Di kalangan kampung, bisa jadi Pahlawan tingkat RT atau RW. Kalangan keluarga bisa jadi pahlawan keluarga. Kalau tidak bisa, cukup jadi pahlawan bagi diri sendiri. Gunakan kelebihanmu sebagai senjata untuk menonjol. Feed yourself with anykind of good things. Berbuat dari sekarang. Jangan sampai jadi pahlawan kesiangan.

