Oleh Reza Rahman Mohammad, 2008-08-02 12:26:20

launching

Cathy bangun tidur, membuka laptop, lalu mencolok kabel LAN atau modem 3G-nya. Sembari menguap dan ngulet, tentunya masih dengan rambut acak-acakan, dia browsing Friendster, mengisi Bulletin Board dengan hal-hal yang mungkin orang lain malas membacanya. Dia kemudian meng-approve aplikasi-aplikasi kiriman teman di Facebook, yang dia sendiri tidak mengerti aplikasi itu untuk apa. “Ah, approve aja, biar profil gw rame”, pikirnya. Akun e-mail-nya yang penuh spam dan notifikasi Friendster sudah tidak pernah dibukanya.

Cathy mandi, merias dirinya, bingung akan mengerjakan apa siang ini. Malas kuliah, santai saja, toh sudah titip absen. Dia memutuskan untuk nongkrong di sebuah kafe yang selalu ramai di kawasan Dago

Sesampainya di sana, laptopnya kembali dibuka, sekarang terkoneksi dengan sinyal hotspot kafe tersebut. Laptop berlogo buah tergigit berwarna silver yang didapatnya dari hasil merengek kepada orang tuanya itu membuatnya merasa menjadi pusat perhatian.

Beberapa saat kemudian, teman-temannya datang. Beberapa setia dengan pemutar musik teranyar dan earphone yang selalu menempel di telinga, walau musiknya tidak selalu menyala. “Rokok Cath?”, seorang temannya menawarkan rokok, Cathy menyambarnya dan langsung menyalakan korek. Awalnya Cathy tidak suka merokok, hanya saja dia merasa kurang pede di antara teman-temannya kalau tidak merokok.

Mereka tidak makan banyak, hanya membeli beberapa jenis minuman. Mengobrol, sembari terus meng-update Facebook masing-masing. Tak terasa langit sudah gelap. Jam 7 malam, Cathy pulang. Dia mesti sudah harus ada di rumah sebelum ayahnya pulang dari kantor.

“What a day….”





<< Artikel Sebelumnya | Artikel Selanjutnya >>

ume menulis :
"Awalnya Cathy tidak suka merokok, hanya saja dia merasa kurang pede di antara teman-temannya kalau tidak merokok." >> hehe, so typical ya kehidupan kayak gitu jaman skarang.. :(


Kriuk! menulis :
@ume : smoga ume ga gitu ;)


flashit menulis :
"Laptop berlogo buah tergigit berwarna silver yang didapatnya dari hasil merengek kepada orang tuanya itu membuatnya merasa menjadi pusat perhatian." >> yang penting gaya dulu, masalah dalemnya w*nd*s juga gpp :P


prisya menulis :
menurut gue ini kena banget. sebuah realita muda mudi indonesia yang dewasa ini knows nothin but the outside. the bully side. without even wondering a bit about their needs in the heart and brain--means their future and all. jangan pada begini ah!


Kriuk! menulis :
@Flashit:
terngiang lagu Jikustik nggak sih.. "Gayamu sungguh maksimal.. mal.. mal.." ;))
@Prisya:
Indeed, Prisya. Through this post, we really want to ring a bell on those-who-act-like-that, to at least think about what they really need.
Proud of your thoghts anyway!


catherinetbg menulis :
untung beda dengan Cathy yang ini.. tapi emang bener tuh, tentang laptop berlogo apel digigit, dengan OS "jendela". =)) WEW. tipe orang begini sering banget gw liat nongkrong di salah satu kafe kopi yg lagi hip di Bandung. cantik-cantik, belagu. terlihat ok diluar, bobrok didalem.


Kriuk! menulis :
@catherinetbg : untung beda ya ket, hehehe.... jadi...tertarik sama yang mana nih???


Kirim Komentar :

Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :

Pertanyaan Keamanan :

Apa yang kita minum pada malam hari di lagu "Pok Ame Ame"?

Jawaban :